Peran masa lalu ‘tuk Elijah masa kini

Sebelum menjadi model sampul majalah dan berjalan di atas catwalk, Elijah Gilead hanyalah seorang anak laki-laki yang ceria yang tumbuh besar di Tomohon, Sulawesi Utara. Lahir pada 6 April 1997, ia adalah anak semata wayang dari Alfarado Pakasi (1968-2025), seorang pejabat pemerintah dengan jabatan yang sering berrotasi, dan Seraphine Tambayong (1970-2022), seorang manajer produksi mode yang memiliki mata yang tajam dan keanggunan yang berhasil menorehkan banyak kesuksesan pada lingkaran mode Jakarta—meskipun dirinya sendiri tetap berada di luar sorotan, sebab ia bekerja di balik layar.

Elijah tumbuh besar di rumah yang penuh kehangatan, tawa, dan sopan santun. Bahkan sejak kecil, ia sudah ramah serta mudah bergaul, seseorang yang secara alami mudah berteman ke mana pun ia melangkah pergi. Senyumnya lebar, energinya pun menular, dan rasa ingin tahunya sangat tak terbatas.

“Elijah itu anak yang begitu masuk ruangan langsung nanya lima hal sebelum duduk,” Seraphine kembali mengingat momen Elijah kecil. “Dia selalu ingin tahu ini itu, siapa yang lagi kerja, kenapa begitu, dan apakah dia boleh ikutan.”

Sejak usia dini, Elijah menunjukkan sebuah kenyamanan yang tidak biasa di hadapan kamera—sebagian memang dipengaruhi oleh pekerjaan Ibunya. Ia sering ikut serta ke lokasi syuting, duduk diam dengan sebuah kotak susu vanila di satu tangan, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang rasa penasarannya kepada model dan stylist di sela-sela pengambilan gambar.

Ketika Elijah masih di sekolah dasar, pekerjaan ayahnya mengharuskan keluarga mereka untuk pindah tempat tinggal secara berkala. Hal ini membuatnya menjadi orang yang adaptif, cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, dan bahkan lebih cepat dalam menjalin pertemanan. Setiap kota baru menjadi kesempatan baginya untuk belajar, berkembang, dan membawa sedikit lebih banyak dari dunia bersamanya.

Pada tahun 2012, keluarga tersebut memutuskan untuk menetap di Jakarta, di mana Elijah, yang kini remaja, mulai serius menekuni dunia modeling. Ini bukan lagi sekadar foto-foto santai yang sesekali Elijah lakukan—ia mulai mengikuti audisi untuk berbagai project fashion, mendapatkan pekerjaan editorial kecil, dan tampil di peragaan busana mahasiswa. Sifatnya yang santai dan pesona alaminya di depan kamera dengan cepat membuatnya menjadi favorit di kalangan fotografer.

“People think models have to be cool and silent. But I think warmth is just as powerful,” ujar Elijah pada suatu kesempatan.

Pembawaannya kini adalah perpaduan antara kepribadian yang ceria, didikan yang lembut namun tetap tegas, dan pengenalan dini terhadap dunia mode yang menjadikan Elijah Gilead tidak hanya seorang model, tetapi juga sosok yang mampu memikat setiap ruangan.

Dari panggung peragaan busana menuju kehidupan idola

Pada awal tahun 2024, Elijah Gilead tidak hanya membangun portofolio modeling—ia juga membangun sebuah eksistensi yang kuat. Aktif di Instagram dan YouTube, Elijah bukanlah tipe model yang hanya mengunggah foto fashion atau pemandangan langit biru dan matahari terbenam. Kontennya mentah namun terkurasi dengan baik: video pendek di balik layar dari latihan runway, vlog singkat mengenai perjalanan menyenangkannya, sekilas tentang rutinitas tenangnya di Jakarta, bahkan lagu-lagu cover yang dinyanyikan secara santai dari kamarnya atau saat dalam perjalanan. Tidak jarang melihat Elijah memetik gitar dalam satu postingan, lalu berpose di balkon Milan dalam postingan berikutnya.

Yang disukai orang dari Elijah adalah keseimbangannya—dia terlihat sempurna tapi tidak menjauhkan diri, berbakat tapi tidak sulit didekati.

Pada pertengahan tahun 2024, beberapa hari setelah mengunggah cover akustik dari salah satu lagu ballad Korea, Elijah menerima DM di Instagram. Pesan tersebut datang dari divisi perekrutan global sebuah agensi hiburan Korea ternama. Mereka telah melihat karya modeling-nya, menonton cover lagunya, dan terpesona oleh karisma alaminya.

“Have you ever considered becoming a singer-artist? We believe you could thrive through a trainee program.”

Awalnya, Elijah mengira itu adalah penipuan. Namun, setelah memverifikasi pengirim dan berbicara dengan manajernya, undangan tersebut terbukti asli.

Dalam hitungan bulan, Elijah mulai bolak-balik terbang antara Jakarta dan Seoul—secara bertahap memasuki dunia trainee, lingkungan yang ketat dan penuh tekanan: jadwal padat dengan pelajaran vokal, latihan menari, latihan akting, dan bimbingan bahasa Korea. Dunia ini jauh berbeda dari catwalk dan kamera, tetapi Elijah menerimanya dengan tekad yang tenang.

Karena dia sudah memiliki karier modeling yang stabil, agensi memberinya fleksibilitas. Dia tidak ditempatkan di asrama seperti kebanyakan pemula. Dia bisa berlatih pada musim atau minggu tertentu, terutama saat ada jeda antara project fashion yang ditekuninya. Pekerjaan modeling-nya nyatanya membantu Elijah untuk memberi dirinya keunggulan artistik yang membuatnya menonjol.

Hingga pertengahan 2025, Elijah belum secara resmi debut, dan publik masih tidak mengetahui statusnya sebagai trainee. Bagi penggemarnya, dia masih model karismatik yang bernyanyi dan senang bepergian. Namun di balik kamera, dia juga mempersiapkan diri untuk panggung baru—satu yang membutuhkan sorotan yang berbeda.

TBC.